Apa itu Ethereum Classic (ETC)

Oleh CMC AI
29 April 2026 08:42PM (UTC+0)
TLDR

Ethereum Classic (ETC) adalah blockchain Ethereum asli yang tidak diubah sejak diluncurkan pada tahun 2015. ETC dikenal karena komitmennya yang kuat terhadap prinsip immutability (ketidakberubahan), keamanan Proof-of-Work, dan kontrak pintar yang dapat diprogram.

  1. Rantai Asli dengan Prinsip Teguh: ETC adalah versi Ethereum yang dipertahankan tanpa membalikkan transaksi setelah peretasan besar pada 2016, dengan menjunjung tinggi filosofi "Code is Law" (Kode adalah Hukum).

  2. Platform Kontrak Pintar Proof-of-Work: ETC berfungsi sebagai komputer dunia terdesentralisasi, menggunakan penambangan yang membutuhkan energi besar untuk mengamankan jaringan yang menjalankan aplikasi kompatibel dengan Ethereum.

  3. Pasokan Terbatas & Kebijakan yang Terprediksi: Dengan jumlah maksimum tetap sebanyak 210,7 juta ETC, ETC menerapkan kelangkaan digital mirip dengan model uang keras Bitcoin.

Penjelasan Mendalam

1. Tujuan & Dasar Filosofis

Ethereum Classic ada untuk menjaga agar blockchain Ethereum asli tetap tidak berubah. Pembentukannya merupakan respons langsung terhadap peretasan DAO pada tahun 2016, di mana 3,6 juta ETH dicuri. Komunitas terpecah antara yang ingin membalikkan peretasan tersebut dan yang ingin mempertahankan transaksi tersebut. Mayoritas memilih untuk melakukan fork dan menciptakan Ethereum (ETH) yang kita kenal sekarang, sementara minoritas mempertahankan rantai asli yang kemudian dinamakan Ethereum Classic (CoinMarketCap). Keputusan ini menegaskan prinsip utama ETC: "Code is Law." Artinya, transaksi yang sudah dikonfirmasi tidak boleh dibatalkan, sehingga jaringan tetap minim kepercayaan, tahan sensor, dan bebas dari campur tangan manusia.

2. Teknologi & Arsitektur

ETC adalah blockchain yang dapat diprogram menggunakan Ethereum Virtual Machine (EVM), yang memungkinkan pengembang membuat aplikasi terdesentralisasi (dApps) dan kontrak pintar (Ethereum Classic Developers). Berbeda dengan Ethereum yang beralih ke Proof of Stake (PoS), ETC tetap menggunakan konsensus Proof of Work (PoW). Ini berarti para penambang menggunakan daya komputasi untuk mengamankan jaringan, yang menurut pendukungnya memberikan jaminan keamanan dan desentralisasi yang lebih kuat. Jaringan ini menggunakan sistem biaya gas untuk membayar komputasi dan mencegah spam.

3. Perbedaan Utama dengan Ethereum

ETC berbeda dari Ethereum dalam tiga hal mendasar. Pertama, ETC adalah rantai asli, bukan hasil fork. Kedua, ETC mempertahankan Proof of Work, sementara ETH menggunakan Proof of Stake. Ketiga, ETC memiliki kebijakan moneter tetap dengan pasokan terbatas, sedangkan pasokan Ethereum tidak terbatas dan dapat berubah (Ethereum Classic Blog). Hal ini menjadikan ETC sebagai kombinasi unik: menggabungkan keamanan dan kelangkaan Bitcoin dengan kemampuan pemrograman Ethereum, dengan tujuan menjadi "emas digital yang dapat menjalankan kontrak pintar."

Kesimpulan

Ethereum Classic adalah blockchain yang mengutamakan prinsip-prinsip dasar seperti immutability dan keamanan Proof-of-Work di atas skalabilitas dan perubahan. Bagaimana komitmen kuat terhadap nilai-nilai ini akan membentuk peran ETC dalam ekosistem yang semakin didominasi oleh jaringan yang lebih scalable dan berbasis staking?

CMC AI can make mistakes. Not financial advice.